Review Film Grown Ups (2010)

Film ini menceritakan mengenai persahabatan 5 orang laki – laki yang dimulai dari saat mereka masih kecil, ketika mereka bergabung bersama dalam sebuah tim basket. Setelah mereka dewasa dan mempunyai keluarga sendiri – sendiri, mereka tidak punya kesempatan untuk bertemu lagi. Sampai suatu saat, pelatihan basket waktu mereka kecil meninggal, dan ke-5 orang sahabat tersebut akhirnya bertemu lagi dipemakaman sang pelatih, tentunya masing – masing dari mereka juga mengajak keluarga mereka masing – masing.

Masing – masing individu tersebut mempunyai nasib dan jenis keluarga yang berbeda – beda, seperti Lenny (Adam Sandler) yang sukses menjadi agen artis Hollywood, memiliki istri yang cantik dan sukses, tetapi memiliki anak – anak yang manja karena selalu hidup dalam kemewahan. Chris Rock yang justru menjadi bapak rumah tangga, tidak dihormati oleh keluarganya karena hidupnya dibiayai istrinya. Rob Schneider yang menjadi seorang pria yang sangat sensitif dan memiliki seorang istri, yang umurnya 80an (nenek – nenek), dan begitu juga dengan 2 temannya yang lain. Akhirnya setelah sekian lama, ke 5 sahabat akhirnya bertemu, dan mereka memutuskan untuk bernostalgia di sebuah rumah di tepi danau, dimana mereka pernah menghabiskan waktu mereka selagi muda.

Kegiatan sehari – hari mereka di rumah danau tersebut inilah yang disertai oleh hal – hal konyol dan menyentuh. Menonton film ini, membuat saya ingin kembali kepada saat -saat saya masih kuliah, kayanya menyenangkan, memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang kita sukai, tanpa tekanan. Film ini memang seperti pada dasarnya film komedi Amerika, selalu ada cewe cantik, becandaan yang agak jorok, banyolan yang agak kasar, dll. Tetapi walaupun kita sudah sering melihat banyolan seperti itu, film ini tetap berhasil membuat saya tertawa terbahak – bahak dan menikmati jalan dari film ini.

Yang paling saya suka dari film ini adalah karena film ini mempunyai makna dan pesan moral yang ingin disampaikan oleh sang sutradara kepada para penontonnya. Lewat film ini sutradara ingin membawa kita ke masa lalu, dimana kita dapat melakukan hal – hal yang kita sukai dengan bebas, dimana hal tersebut tidak dapat kita lakukan sekarang karena berbagai alasan seperti pekerjaan, keluarga dan lain – lain. Sang sutradara ingin mengingatkan kepada kita bahwa hidup cuma sekali, sehingga sebaiknya anda dapat melakukan yang terbaik untuk anda dan keluarga anda, jangan terlalu memfokuskan diri kepada pekerjaan saja. Lihat lengkapnya di Review Grown Ups (Movietei.com).

Posted in Uncategorized | Leave a comment